Workshop Scribble Animation
18 Juli 2026 – Imogiri, Bantul
Workshop ini mengajak peserta belajar merrespon video yang diambil di sekitar lingkungan mereka dengan teknik rotoscoping dan scribble animation.

Kolaborator
Amira Razkia dan Universitas Pembangunan Negeri Veteran Yogyakarta
Coordinator
Amira Razkia
Facilitator Rimbun Project
Wahyu Nurul Iman
Giyas Fauzi Rasyid
Facilitator Kantara
Jihan Afifah S, Arman Hasannudin, Ilsa Putri Perdana, Hasifa Azra K, Popy Nadeya S, M Rayyis Putra P, Raden Revano A K, Herlambang Bayu K
Peserta
Zivann Monica Inara Shazfa, Arshyila Aysha lynnadi, Hafidz Arsyad Firdaus, Haikal Putra Herfano, Aanin
Documentarian
Jamal Abdul Hikam
Jenis Kegiatan
Workshop
Dokumentasi Workshop












Frame-frame Pilihan













Animasi Peserta Workshop
Refleksi Kegiatan
Workshop Scribble Animation yang diselenggarakan di Imogiri, Bantul menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak dalam mengenal animasi sebagai media berekspresi. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diinisiasi oleh Amira Razkia, mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta. Berangkat dari keinginannya untuk mengajak anak-anak melihat kembali keseharian mereka melalui sudut pandang yang kreatif, peserta diajak merespon rekaman video yang diambil di sekitar lokasi KKN, seperti aktivitas bertani, membatik, perjalanan menuju sekolah, hingga bermain layangan.
Pada awal workshop, sebagian besar peserta merasa bingung mengenai apa yang harus mereka gambar dan bagaimana cara merespon setiap adegan. Namun, setelah mendapatkan penjelasan mengenai teknik scribble animation beserta beberapa contoh sederhana, mereka mulai memahami bahwa tidak ada jawaban yang benar atau salah dalam proses ini. Pemahaman tersebut membuat peserta lebih percaya diri untuk mengeksplorasi ide-ide mereka dan menikmati proses menggambar di atas setiap frame video.
Selama proses produksi, setiap anak memberikan interpretasi yang berbeda terhadap gambar yang mereka lihat. Ada yang menambahkan objek baru, menuliskan kata-kata, memberi warna yang ekspresif, hingga menciptakan pola-pola yang memperkaya visual. Keragaman respons tersebut menunjukkan bagaimana teknik scribble animation dapat menjadi media yang sederhana namun efektif untuk melatih imajinasi, observasi, serta keberanian anak dalam menyampaikan gagasan melalui gambar.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta mempresentasikan hasil animasi mereka sekaligus menceritakan proses dan perasaan yang mereka alami selama workshop. Momen ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi terhadap karya masing-masing, tetapi juga kesempatan untuk saling mendengarkan perspektif yang berbeda terhadap lingkungan yang sama. Anak-anak terlihat bangga ketika melihat gambar-gambar mereka bergerak menjadi sebuah animasi.
Sebelum workshop berlangsung, teknik scribble animation sempat dianggap terlalu eksperimental untuk dikenalkan kepada anak-anak. Namun pengalaman ini menunjukkan hal yang sebaliknya. Dengan pendekatan yang tepat, teknik ini justru mudah dipahami, menyenangkan untuk dipraktikkan, dan memberikan kebebasan bagi peserta untuk bereksperimen tanpa takut membuat kesalahan. Workshop ini membuktikan bahwa animasi tidak selalu harus dimulai dari kemampuan menggambar yang rumit, tetapi dapat berangkat dari coretan sederhana yang lahir dari pengalaman sehari-hari dan imajinasi anak-anak.
Oleh: Tim Rimbun Project
