CLAY MOTION CLASS
6 Juni 2026 – Studio Kalahan
Workshop pengenalan animasi stop motion untuk anak-anak yang diselenggarakan oleh Clayground dan Rimbun Project. Peserta belajar membuat karakter dari clay dan menghidupkannya menjadi animasi pendek melalui teknik stop motion.


Kolaborator
Clay Ground dan Studio Kalahan
Facilitator Rimbun Project
Wahyu Nurul Iman
Facilitator Clay Ground
Sabrina Az Zahra, Rizki Hannun Santoso, Keanu Naufal Alvianto, Farah Pinkan Muliawati, Abdurrasyid Saadhon , Alfan Hanan Rizki , Hanna Kristiani , Farras Sabian Rahmadyatmaja, Lintang Cahya Camila, Izzatul Jannah R, Amira Razkia, Aditya Dimas Setiawan
Peserta
28 Anak | Usia 3 – 12 tahun
Renaissance Victoria Rahadhian, Raqquella Valeria Rahadhian, Kiara Putri W, Farin, Fina, Naomi, Bella, Alvaro, Mikail, Xhaka, Aletha, Clairin, Cinta, Aurel, Niko, Jojo, Bram, Sabika, Edgar, Marlis, Devina, Dion, Devano, Nares, Aishwa, Marlin, Celyn
Jenis Kegiatan
Workshop
Dokumentasi Workshop























Animasi Peserta Workshop
Refleksi Kegiatan
Clay Motion Class menjadi pengingat bahwa kreativitas sering kali tumbuh dari hal-hal sederhana. Melalui segumpal clay dan proses animasi stop motion, anak-anak diajak untuk mengubah imajinasi menjadi sesuatu yang dapat dilihat dan bergerak.
Sepanjang kegiatan, peserta tidak hanya belajar membentuk karakter, tetapi juga mengenal proses di balik sebuah animasi. Mereka memahami bahwa gerakan yang terlihat di layar merupakan hasil dari banyak langkah kecil yang dilakukan dengan sabar dan teliti. Pengalaman ini memperkenalkan anak-anak pada pentingnya proses, bukan hanya hasil akhir.
Yang paling menarik adalah bagaimana setiap peserta memiliki pendekatan yang berbeda. Ada yang langsung membentuk karakter dengan percaya diri, ada yang membutuhkan waktu untuk bereksperimen, dan ada pula yang menemukan ide baru saat proses berlangsung. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setiap anak memiliki cara unik dalam mengekspresikan imajinasinya.
Saat hasil animasi diputar bersama, terlihat rasa bangga dan antusias dari para peserta. Karakter yang sebelumnya hanya berupa clay di atas meja kini hadir sebagai bagian dari cerita yang mereka ciptakan sendiri. Momen ini menjadi pengalaman yang berkesan karena anak-anak dapat melihat secara langsung hubungan antara ide, proses, dan hasil.
Bagi Rimbun Project, kegiatan seperti ini bukan sekadar workshop keterampilan. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang mempertemukan kreativitas, eksplorasi, dan kolaborasi. Melalui aktivitas partisipatif, peserta diajak untuk berani mencoba, membuat kesalahan, dan menemukan kemungkinan baru dari ide-ide yang mereka miliki.
Clay Motion Class juga menunjukkan bahwa teknologi dan seni dapat diperkenalkan kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami. Dengan memadukan permainan, kerajinan tangan, dan animasi, proses belajar menjadi lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari mereka.
Pada akhirnya, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari animasi yang berhasil dibuat, tetapi juga dari rasa ingin tahu yang tumbuh selama proses berlangsung. Semoga pengalaman ini dapat menjadi awal bagi peserta untuk terus bereksperimen, berkarya, dan percaya bahwa ide-ide kecil yang mereka miliki dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar.
Oleh: Tim Rimbun Project
