Kembali Suci: Workshop Rotoscoping Ramadan

23 Februari – 10 Maret 2026 – Rumah Limasan Warung LEKAT

Workshop pengenalan animasi rotoscoping bersama mahasiswa pendidikan seni rupa Universitas Negeri Jakarta. Peserta belajar membuat film animasi dari pencarian ide sampai produksi menggunakan teknik animasi rotoscoping.

Kolaborator
TABON Seni Semesta

Facilitator Rimbun
Wahyu Nurul Iman

Peserta
Aldebaran, Cahya Aditya, Talitha Inka, Idan Kurniasyah, Nabila Puti Azzahra, Andolin Febrianto Sinabariba, M. Riyal Nur Riski, Wahyu Nurul Iman, Kezia Litantra, Ade Wulan, Dhiya Atha Fatihah, Putri Nurainina Latifah, Eirene Ester Ndemisa Ginting, Destianawati, Nayla Alsya Putri, Catherine Sortauli Manik, Johar Alfaalih, Nani Noviyantii, Michael B. Y, Zahra L.F, Marcelino DT, Zonvanel Leylani, Karin Artanti, Safira Nirina Z., Pande Bintang P. D, Endrawila Byan, Muhammad Ilham Lutfi , Narendra Akar Gading, Farah Fahreza, Nada Kasih, Farida Luthfi, Revananda Zahra K, M. Hanief Mahfudz, Maura Inca, Hajar Aznam, Joice Widyastuti, Anjara Tri Utama, Nissa Fijriani, Giyas Fauzi Rasyid, Dhi Ajik Lavinika, Lala Malika

Jenis Kegiatan
Workshop

Dokumentasi Workshop

Frame-frame Pilihan

Animasi Peserta Workshop Rotoscoping

Refleksi Kegiatan

Workshop Animasi Rotoscoping Ramadan menjadi ruang belajar yang mempertemukan banyak latar belakang. Ada mahasiswa, ilustrator, animator, hingga peserta yang baru pertama kali mengenal animasi. Dengan metode rotoscoping, mereka belajar bahwa animasi tidak selalu dimulai dari perangkat yang rumit, melainkan dari kesabaran menggambar ulang gerak, satu frame demi satu frame. Proses yang sederhana ini justru membuka pemahaman tentang bagaimana sebuah gerakan hidup dibangun dari ratusan keputusan kecil.

Suasana workshop berkembang menjadi lebih dari sekadar kelas. Selepas tarawih, Rumah Limasan Warung Lekat dipenuhi percakapan hangat tentang pengalaman berkarya, rencana setelah lulus, pekerjaan, hobi, hingga mimpi yang ingin dicapai. Di sela-sela menebalkan garis dan menghapus sketsa, peserta saling mengenal dan berbagi cerita. Ruang belajar ini perlahan berubah menjadi ruang pertemuan, tempat orang-orang dengan minat yang sama dapat saling menguatkan melalui proses berkarya bersama.

Mengerjakan animasi secara kolektif juga menghadirkan pengalaman yang berbeda. Setiap orang bertanggung jawab atas beberapa frame, namun seluruh gambar akan disusun menjadi satu karya utuh. Tak jarang peserta larut dalam proses hingga lupa waktu. Dari setelah tarawih, mereka terus menggambar sampai menjelang sahur. Ada kepuasan tersendiri ketika melihat bagaimana kontribusi kecil setiap orang nantinya akan menjadi bagian dari gerakan yang utuh di layar.

Seluruh proses ini kemudian bermuara pada video musik Kembali Suci, lagu karya Fantoro Krisnantoko dengan lirik dari Nasirun. Lagu yang diiringi gema takbir dan mengangkat tema mudik itu menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang perjalanan pulang menuju kampung halaman, tetapi juga perjalanan kembali kepada diri sendiri. Melalui workshop ini, Rimbun Project percaya bahwa proses berkarya dapat menjadi cara untuk belajar, berkolaborasi, dan merayakan kebersamaan—frame demi frame, hingga akhirnya menjadi sebuah cerita yang utuh.

Oleh: Tim Rimbun Project