Menghidupkan Imajinasi Lintas Generasi: Keseruan Workshop Clay-Motion “Diam-Diam Bergerak” di Kotabaru Heritage Film Festival 2026

Kreativitas ternyata tidak pernah mengenal batas usia. Hal inilah yang terlihat jelas dalam perhelatan Kotabaru Heritage Film Festival 2026. Salah satu agenda yang paling menyita perhatian publik adalah workshop clay-motion bertajuk “Diam-Diam Bergerak” bersama Rimbun Project, yang sukses diselenggarakan pada tanggal 19 September 2026.
Kegiatan ini sukses menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat. Mulai Anak – anak, para pelajar sekolah, mahasiswa, hingga para orang tua, semuanya melebur dalam satu ruang kreatif yang sama.
Workshop “Diam-Diam Bergerak” dirancang bukan sekadar untuk memperkenalkan teknik animasi stop-motion berbasis clay (tanah liat mainan), tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial lintas generasi. Peserta diajak untuk memahami dasar-dasar bagaimana sebuah objek mati bisa “dihidupkan” melalui teknik pengambilan gambar perbingkai atau frame-by-frame.
Suasana workshop terasa begitu hidup dan menyenangkan sejak awal sesi. Di satu sudut meja, tampak seorang anak TK dengan antusias membentuk boneka kecil berwajah lucu dengan bantuan orang tuanya. Di sudut lain, Seorang mahasiswa dan pelajar tampak serius mendiskusikan kerangka cerita (storyboard) dan proporsi anatomi karakter clay buatan mereka agar bisa digerakkan secara mulus.
Keterlibatan orang tua bersama anak-anak serta pelajar dan guru nya memberikan warna tersendiri. Aktivitas ini menjadi sarana quality time yang edukatif sekaligus menyenangkan, di mana kolaborasi antargenerasi diuji dalam merangkai sebuah narasi visual sederhana.


Nama “Diam-Diam Bergerak” sendiri mencerminkan filosofi kerja kreatif para kreator animasi stop-motion: proses pembuatannya tampak tenang, lambat, dan penuh ketelatenan, namun secara konsisten menghasilkan karya yang berdampak besar. Semangat inilah yang ingin ditularkan oleh Rimbun Project kepada para peserta.

Melalui kegiatan ini, Kotabaru Heritage Film Festival tidak hanya berfungsi sebagai ruang pemutaran film, tetapi juga sebagai ekosistem belajar yang inklusif. Rimbun Projrct bersama Kotabaru Heritage Film Festival ingin membuktikan bahwa pembuatan film animasi bukanlah monopoli profesional atau kalangan tertentu saja. Siapa pun, dari anak-anak hingga orang dewasa, berhak memegang kendali atas cerita yang ingin mereka sampaikan.
Di akhir sesi, para peserta diajak melihat hasil suntingan kasar (rough cut) dari gabungan karya animasi yang telah mereka buat bersama. Gelak tawa dan rasa bangga terpancar dari wajah peserta ketika melihat figur clay buatan tangan mereka sendiri benar-benar bergerak di layar monitor.
Workshop Rimbun Project “Diam-Diam Bergerak” di Kotabaru Heritage Film Festival 2026 telah sukses meninggalkan kesan mendalam. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan skill kreatifitasl, tetapi juga mempererat kedekatan emosional antarwarga lintas usia melalui bahasa seni yang universal. Dari sepotong clay sederhana, imajinasi tanpa batas berhasil diwujudkan menjadi karya yang menyenangkan juga membanggakan.
