Poster


Tentang Workshop
Nama Event: Clay Motion Class
Kolaborator: Clay Ground & Studio Kalahan
Jenis Event: Workshop
Waktu: 6 Juni 2026
Tempat: Studio Kalahan
Fasilitator Rimbun Project
Wahyu Nurul Iman
Fasilitator Clay Ground
Sabrina Az Zahra
Rizki Hannun Santoso
Keanu Naufal Alvianto
Farah Pinkan Muliawati
Abdurrasyid Saadhon
Alfan Hanan Rizki
Hanna Kristiani
Farras Sabian Rahmadyatmaja
Lintang Cahya Camila
Izzatul Jannah R
Amira Razkia
Aditya Dimas Setiawan
Peserta Workshop
- Renaissance Victoria Rahadhian – 11 tahun
- Raqquella Valeria Rahadhian – 8 tahun
- Kiara Putri W – 3 tahun
- Farin – 11 tahun
- Fina – 10 tahun
- Naomi – 9 tahun
- Bella – 7 tahun
- Alvaro – 10 tahun
- Mikail – 7 tahun
- Xhaka – 10 tahun
- Aletha – 10 tahun
- Clairin – 7 tahun
- Cinta – 11 tahun
- Aurel – 12 tahun
- Niko – 12 tahun
- Jojo – 8 tahun
- Bram – 8 tahun
- Sabika – 8 tahun
- Edgar – 4 tahun
- Marlis – 7 tahun
- Devina – 7 tahun
- Dion – 9 tahun
- Devano – 10 tahun
- Nares – 8 tahun
- Aishwa – 6 tahun
- Marlin – 7 tahun
- Celyn – 14 tahun
Dokumentasi Workshop























Refleksi Kegiatan
Clay Motion Class menjadi pengingat bahwa kreativitas sering kali tumbuh dari hal-hal sederhana. Melalui segumpal clay dan proses animasi stop motion, anak-anak diajak untuk mengubah imajinasi menjadi sesuatu yang dapat dilihat dan bergerak.
Sepanjang kegiatan, peserta tidak hanya belajar membentuk karakter, tetapi juga mengenal proses di balik sebuah animasi. Mereka memahami bahwa gerakan yang terlihat di layar merupakan hasil dari banyak langkah kecil yang dilakukan dengan sabar dan teliti. Pengalaman ini memperkenalkan anak-anak pada pentingnya proses, bukan hanya hasil akhir.
Yang paling menarik adalah bagaimana setiap peserta memiliki pendekatan yang berbeda. Ada yang langsung membentuk karakter dengan percaya diri, ada yang membutuhkan waktu untuk bereksperimen, dan ada pula yang menemukan ide baru saat proses berlangsung. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setiap anak memiliki cara unik dalam mengekspresikan imajinasinya.
Saat hasil animasi diputar bersama, terlihat rasa bangga dan antusias dari para peserta. Karakter yang sebelumnya hanya berupa clay di atas meja kini hadir sebagai bagian dari cerita yang mereka ciptakan sendiri. Momen ini menjadi pengalaman yang berkesan karena anak-anak dapat melihat secara langsung hubungan antara ide, proses, dan hasil.
Bagi Rimbun Project, kegiatan seperti ini bukan sekadar workshop keterampilan. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang mempertemukan kreativitas, eksplorasi, dan kolaborasi. Melalui aktivitas partisipatif, peserta diajak untuk berani mencoba, membuat kesalahan, dan menemukan kemungkinan baru dari ide-ide yang mereka miliki.
Clay Motion Class juga menunjukkan bahwa teknologi dan seni dapat diperkenalkan kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami. Dengan memadukan permainan, kerajinan tangan, dan animasi, proses belajar menjadi lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari mereka.
Pada akhirnya, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari animasi yang berhasil dibuat, tetapi juga dari rasa ingin tahu yang tumbuh selama proses berlangsung. Semoga pengalaman ini dapat menjadi awal bagi peserta untuk terus bereksperimen, berkarya, dan percaya bahwa ide-ide kecil yang mereka miliki dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar.
Oleh: Tim Rimbun Project
